Management of Diphtheria and Tetanus, Strengthening ability to face future pandemics Angkatan 1
Management of Diphtheria and Tetanus, Strengthening ability to face future pandemics Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Difteri dan tetanus merupakan dua penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri dan masih menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia, meskipun upaya pencegahan yang efektif telah tersedia. Difteri, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae, menular melalui droplet pernapasan dan dapat membentuk pseudomembran tebal di tenggorokan yang menghalangi jalan napas serta melepaskan toksin berbahaya yang merusak jantung, saraf, dan ginjal. Tetanus, disebabkan oleh toksin neurotoksik kuat dari bakteri Clostridium tetani yang masuk melalui luka terkontaminasi, memicu kekakuan otot yang menyakitkan (trismus/rahang terkunci, opistotonus) dan kejang hebat yang dapat mengganggu pernapasan dan berakibat fatal. Kedua penyakit ini memiliki angka kematian yang signifikan, terutama pada anak-anak dan individu yang tidak terlindungi. Ironisnya, difteri dan tetanus sebenarnya dapat dicegah secara efisien melalui imunisasi dasar dan lanjutan dengan vaksin kombinasi (seperti DPT, DT, Td, Tdap).
Meskipun vaksinasi yang efektif telah tersedia selama beberapa dekade dan termasuk dalam program imunisasi dasar, kedua penyakit ini terus muncul, baik sebagai kasus sporadis maupun dalam bentuk wabah, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang tidak optimal atau pada populasi rentan. Ancaman potensial wabah di masa depan dan tantangan dalam manajemen klinis kasus yang kompleks—mulai dari diagnosis dini, pemberian antitoksin yang tepat waktu, penanganan komplikasi, hingga pengendalian infeksi—menegaskan perlunya kapasitas respons kesehatan masyarakat yang tangguh.
Workshop ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan praktis tenaga kesehatan dalam menghadapi tantangan ini, sekaligus membangun ketahanan sistem kesehatan untuk merespons ancaman pandemi di masa depan melalui pembelajaran dari pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) yang memiliki implikasi wabah serius seperti difteri dan tetanus.
Tujuan & Sasaran
Meningkatkan pemahaman dan keterampilan dokter umum dan dokter spesialis anak dalam menatalaksana kasus difteri dan tetanus
Kompetensi yang Didapatkan
1. Memperbaiki sistem rujukan kasus difteri dan tetanus
2. Memperbaiki koordinasi antara klinisi, rumah sakit, dan dinas kesehatan terutama terkait pelaporan dan ketersediaan immunoglobulin atau antitoksin
3. Menurunkan case fatality rate kasus difteri dan tetanus
Judul Materi & Silabus
Overview of tetanus
Oleh: SYAHRIL PASARIBU DRTetanus management
Oleh: HENDRI WIJAYADiphteria management
Oleh: AYODHIA PITALOKADiphteria complication
Oleh: RAIHANHands on - Tata laksana Tetanus dan Difteri
Oleh: HENDRI WIJAYAHands on - Pemberian vaksinasi Tetanus dan Difteri
Oleh: AYODHIA PITALOKAHands on - Tata laksana Tetanus dan Difteri
Oleh: HENDRI WIJAYAManagement of Diphtheria and Tetanus, Strengthening ability to face future pandemics
Oleh: NarasumberSYAHRIL PASARIBU DR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapHENDRI WIJAYA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapAYODHIA PITALOKA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Semua peserta memberikan rating tanpa ulasan tekstual.