Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan 1
Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Stroke adalah penyebab utama disabilitas dan kematian di dunia. Selama beberapa dekade terakhir, prevalensi stroke di Indonesia telah meningkat seiring pertambahan umur rata-rata populasi serta perubahan gaya hidup yang meningkatkan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2021 menunjukkan stroke sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stroke di Indonesia meningkat sebanyak 56% dari 7 per 1000 penduduk pada tahun 2013, menjadi 10,9 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, stroke menjadi penyakit tidak menular penyebab 20,2% disabilitas di Indonesia. Berdasarkan data JKN, kasus stroke meningkat dari 2,54 juta kasus pada tahun 2022 menjadi 3,4 juta kasus pada tahun 2023. Data BPJS Kesehatan menunjukkan beban pembiayaan untuk penyakit stroke mencapai 3,23 triliun rupiah pada tahun 2022, meningkat 69,1% dibanding tahun 2021 dengan beban pembiayaan sebesar 1,91 triliun rupiah. Beban pembiayaan stroke meningkat menjadi 5,2 triliun rupiah pada tahun 2023 dan merupakan jumlah pembiayaan penyakit katastropik tertinggi ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker. Tingginya angka kesakitan, disabilitas, dan kematian akibat stroke menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan, karena berdampak pada menurunnya produktivitas penduduk Indonesia. Disabilitas yang menetap atau risiko serangan stroke berulang mengakibatkan biaya pemeliharaan kesehatan yang besar serta memberikan beban psikologis dan sosial. Beberapa penelitian yang dilakukan di negara berkembang, menitikberatkan pada upaya pencegahan stroke pada pengendalian perilaku yang berisiko (seperti diet, aktifitas fisik, obesitas) dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stroke, melakukan skrining terhadap masyarakat berisiko tinggi dan manajemen pengobatan arteriosklerosis yang dapat menurunkan risiko sebesar 80% dengan upaya pengendalian faktor risiko stroke pada individu dan menurunkan kejadian stroke sebesar 50% (Pemila, 2020). Selain permasalahan faktor risiko, pengenalan stroke sendiri belum diketahui masyarakat secara menyeluruh. Hal ini terlihat dari rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gejala awal stroke, sehingga terjadi keterlambatan membawa pasien ke fasyankes pada saat serangan akut yang berakibat pada terlambatnya penanganan yang tepat dan adekuat. Kesadaran dan peran aktif dari keluarga serta lingkungan sekitar dalam mengenal faktor risiko, tanda dan gejala stroke, perawatan serta rehabilitasi penderita stroke dapat membantu deteksi dini, pemulihan dan pemberdayaan kembali individu paska stroke untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah terjadinya serangan berulang. Pencegahan dan penanggulangan stroke di masyarakat perlu ditingkatkan dan dilakukan secara terintegrasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga atau masyarakat. Berdasarkan uraian diatas maka Kementerian Kesehatan memandang perlu melakukan penguatan kapasitas petugas kesehatan di layanan primer dalam penanggulangan stroke di FKTP melalui penyelenggaraan Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke di FKTP. Dengan pelatihan diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas/ FKTP dapat mengimplementasikan penanggulangan stroke dengan tepat sebagai upaya penanggulanganstroke di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut diatas penyelenggaraan pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke di FKTP harus terstandar untuk menghasilkan kompetensi yang sama bagi alumni pelatihan tersebut. Untuk itu disusunlah kurikulum pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke di FKTP yang akan menjadi acuan penyelenggara pelatihan dalam melaksanakan pelatihan tersebut.
Tujuan & Sasaran
Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu melakukan penanggulangan stroke di FKTP.
Kompetensi yang Didapatkan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu : 1. Melakukan upaya pencegahan faktor risiko stroke 2. Melakukan penilaian prediksi risiko stroke 3. Melakukan penatalaksanaan stroke di FKTP 4. Melakukan pemberian terapi medik gizi pada pasien paska stroke 5. Melakukan pencegahan komplikasi pasien stroke 6. Melakukan pencatatan dan pelaporan stroke di FKTP
Judul Materi & Silabus
Pre Test
Oleh: NarasumberKebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Stroke di Indonesia
Oleh: ASWIN MANURUNGUpaya Pencegahan Faktor Risiko Stroke
Oleh: RONY TUA C P GIRSANGPenilaian prediksi risiko stroke
Oleh: RONY TUA C P GIRSANGPenatalaksanaan Stroke di FKTP
Oleh: KIKING RITARWAN, DRTerapi medik gizi pada pasien paska stroke
Oleh: dr HILNA KHAIRUNISA SHALIHAT, M.Gizi, SpGKPencegahan komplikasi pasien stroke
Oleh: BRAINPencatatan dan Pelaporan
Oleh: ASWIN MANURUNGMembangun Komitmen Pembelajaran (BLC)
Oleh: JEFRI BANJARNAHORRencana Tindak Lanjut
Oleh: Elsa Rizky Safitri MatondangAntikorupsi
Oleh: Chairul MunirFinal Quiz Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke Bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan 1
Oleh: NarasumberRONY TUA C P GIRSANG
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapKIKING RITARWAN, DR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil Lengkapdr HILNA KHAIRUNISA SHALIHAT, M.Gizi, SpGK
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapJEFRI BANJARNAHOR
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapElsa Rizky Safitri Matondang
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapChairul Munir
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Semua peserta memberikan rating tanpa ulasan tekstual.