Optimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. Angkatan 1
FREE EVENT
Optimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak. Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki permasalahan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Permasalah gizinya pun berbeda dengan negara maju, yaitu Indonesia memiliki masalah gizi ganda yang merupakan fenomena ironis, disaat tingginya kasus gizi buruk disisi lain terdapat kasus gizi lebih. Gizi kurang atau malnutrisi adalah kondisi kekurangan gizi akibat jumlah konsumsi mikronutrien dan makronutrien tidak mencukupi, yang tentu saja akan mempengaruhi kondisi keseimbangan mikro dan makronutrien. Salah satu penyebabnya adalah malabsorpsi (misal fibrosis kistik) yaitu ketidak mampuan mengonsumsi nutrient. Malnutrisi dapat menyebabkan penyakit seperti skorbut (malnutrisi akibat kekurangan asupan vitamin C dalam diet) atau obesitas (malnutrisi akibat asupan energi yang berlebihan)
Stunting atau pendek merupakan salah satu bentuk gizi kurang yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari – 2 Standart Deviasi (SD) berdasarkan World Health Organization. Stunting pada anak sekolah merupakan manifestasi dari stunting pada masa balita yang mengalami kegagalan dalam tumbuh kejar (catch up growth), defisiensi zat gizi dalam jangka waktu yang lama, serta adanya penyakit infeksi. Menurut Bloem (2013), penyebab terjadinya stunting adalah malnutrisi yang menyangkut berbagai aspek yaitu asupan gizi tidak adekuat, kesulitas akses terhadap pangan yang sehat, kurangnya perhatian dan fasilitas kesehatan bagi ibu dan anak, kurangnya pengetahuan, sampai pada aspek social, ekonomi dan politik sebagai aspek-aspek mendasar. Selai itu kegagalan pertumbuhan 2 disebabkan oleh tidak memadainya asupan dari salah satu atau lebih zat gizi termasuk energi, protein atau makronutrien seperti besi (Fe), seng (Zn), fosfor (P), vitamin D, vitamin A, vitamin C. Kekurangan zat gizi makro (E, P) dan gizi mikro (Fe, Zn) terutama pada masa pertumbuhan akan mengganggu proses pertumbuhan seorang anak yang berdampak pada stunting. Faktor-faktor yang mempengaruhi asupan protein dan Fe dapat dilihat dari konsumsi makanannya sehari-hari dan kebiasaan makan. Masalah kekurangan asupan zat gizi banyak terdapat didaerah terpencil yang disebabkan oleh pengetahuan gizi kurang dimengerti makan banyak jenis-jenis bahan makanan yang ada di daerah tersebut tidak dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh anak. Protein merupakan bahan pembentuk jaringan-jaringan baru yang selalu terjadi didalam tubuh, pada masa pertumbuhan. Protein mempunyai fungsi khas dan tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Untuk menuntaskan masalah gizi kurang khususnya pada anak usia sekolah, diperlukan pendidikan gizi ibu . Pendidikan gizi ibu adalah pendekatan edukatif untuk menghasilkan perilaku individu atau masyarakat yang diperlukan dalam meningkatkan perbaikan pangan dan status gizi. Kegiatan pendidikan sangat efektif untuk merubah pengetahuan dan sikap anak terhadap makanan, tetapi kurang untuk merubah praktek
makan.
Tujuan & Sasaran
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam deteksi dini risiko stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak, penerapan intervensi gizi dan stimulasi yang tepat, serta penguatan peran bidan dalam upaya pencegahan stunting guna mewujudkan generasi anak Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Kompetensi yang Didapatkan
1. Memberikan pemahaman mendalam tentang konsep stunting, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap tumbuh kembang anak..
2. Meningkatkan kemampuan bidan dalam melakukan deteksi dini risiko stunting melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara komprehensif.
3. Melatih bidan dalam penerapan intervensi gizi, stimulasi dini, serta konseling kepada ibu dan keluarga guna mencegah terjadinya stunting sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama anak (1000 HPK).
4. Memperkuat pemahaman bidan terhadap standar pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) dalam upaya pencegahan stunting yang berfokus pada mutu dan etika pelayanan.
5. Menyediakan panduan praktis bagi bidan dalam melakukan rujukan tepat waktu bagi kasus yang memerlukan penanganan lanjut terkait gangguan tumbuh kembang anak.
Judul Materi & Silabus
Dasar Ilmiah Stunting dan Tumbuh Kembang Anak
Oleh: ROHMA SITANGGANGPencegahan Defisiensi Mikro nutrisi penting dilakukan sejak dini
Oleh: dr TIANGSA BR SEMBIRING, Sp.A(K)Intervensi Gizi dan Stimulasi Dini Berbasis Pelayanan KIA
Oleh: ROHMA SITANGGANGSkil Komunikasi Efektif antara Bidan dan Orang Tua anak
Oleh: Fasilitator EksternalOptimalisasi Peran Bidan dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting untuk meningkatkan Tumbuh Kembang Anak
Oleh: NarasumberROHMA SITANGGANG
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil Lengkapdr TIANGSA BR SEMBIRING, Sp.A(K)
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapFasilitator Eksternal
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Semua peserta memberikan rating tanpa ulasan tekstual.