(ICTROMI) Fluid and Acid Base Balance Angkatan 1
(ICTROMI) Fluid and Acid Base Balance Angkatan 1
Deskripsi Pelatihan
Keseimbangan cairan dan asam-basa merupakan aspek fundamental dalam praktik klinis, terutama pada penanganan pasien kritis, bedah, trauma, serta penyakit akut maupun kronis. Gangguan pada keseimbangan ini dapat menyebabkan konsekuensi serius seperti syok hipovolemik, edema paru, gangguan elektrolit berat, gagal organ multipel, hingga kematian. Sayangnya, meskipun konsep dasar fisiologi cairan dan asam-basa telah diajarkan sejak pendidikan kedokteran dasar, implementasinya dalam praktik sehari-hari sering kali masih menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan.
Kesalahan dalam pemberian cairan—baik defisit maupun overload—secara konsisten dikaitkan dengan meningkatnya mortalitas pasien rawat inap dan ICU. Demikian pula, interpretasi gangguan asam-basa seperti asidosis metabolik, alkalosis metabolik, atau gangguan campuran sering kali membingungkan dan menimbulkan keterlambatan tata laksana. Padahal, penilaian cepat terhadap arterial blood gas (ABG), status elektrolit, dan respon klinis pasien sangat menentukan keberhasilan terapi.
Tujuan & Sasaran
Meningkatkan kompetensi peserta dalam melakukan penilaian dan tata laksana gangguan keseimbangan cairan dan asam-basa secara rasional, terukur, dan berbasis bukti pada berbagai kondisi klinis.
Kompetensi yang Didapatkan
Setelah mengikuti workshop ini, peserta diharapkan mampu:
a. Memahami fisiologi dasar distribusi cairan tubuh, jenis-jenis cairan, serta mekanisme pengaturan asam-basa.
b. Mengidentifikasi jenis dan derajat gangguan cairan (hipovolemia, hipervolemia, dehidrasi hipotonik/hipertonik/isotonik).
c. Menginterpretasi hasil analisis gas darah (ABG) dan elektrolit untuk menentukan jenis gangguan asam-basa (metabolik, respiratorik, maupun campuran).
d. Menyusun rencana terapi cairan berdasarkan kebutuhan klinis (resusitasi, maintenance, replacement) dengan pemilihan cairan yang tepat (kristaloid, koloid, balanced vs unbalanced solution).
e. Mengelola gangguan spesifik seperti DKA (diabetic ketoacidosis), sepsis, gagal ginjal, diare berat, atau alkalosis akibat kehilangan asam lambung.
f. Melakukan monitoring respons terhadap terapi cairan dan koreksi asam-basa menggunakan parameter klinis dan laboratorium.
g. Menghindari komplikasi akibat terapi cairan dan elektrolit seperti fluid overload, hiponatremia, hiperkalemia, atau alkalosis iatrogenik.
h. Berkolaborasi dalam tim multidisiplin untuk menyusun protokol tata laksana cairan dan asam-basa di unit pelayanan masing-masing.
Judul Materi & Silabus
Physiology of fluid therapy
Oleh: DR RAKA JATI PRASETYAWhich kind of fluid do you need?
Oleh: R R SINTA IRINAHow much fluid do you need
Oleh: R R SINTA IRINAGoal directed fluid and volume therapy part 1: CO Monitoring: Stroke volume variation (Pre-load). SVR and contractility
Oleh: PRIMTA BANGUNGoal directed fluid and volume therapy part 2: The responsiveness in starling approach: Using Clinical Approach
Oleh: PRIMTA BANGUNPathophysiology of fluid overload
Oleh: MUHAMMAD ALDI RIVAI GINTINGFluid balance is a new biomarker in ICU: the evidence
Oleh: MUHAMMAD ALDI RIVAI GINTINGHow to interprete acid base in daily practice
Oleh: SAUT HUTASOITAcid base : hendersen hasselbach
Oleh: SAUT HUTASOITAcid base : steward approach
Oleh: DR RAKA JATI PRASETYACASE DISCUSSION
Oleh: DR RAKA JATI PRASETYAFluid and Acid Base Balance
Oleh: NarasumberDR RAKA JATI PRASETYA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapR R SINTA IRINA
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapPRIMTA BANGUN
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapMUHAMMAD ALDI RIVAI GINTING
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSAUT HUTASOIT
Narasumber berpengalaman dan kompeten di bidangnya.
Lihat Profil LengkapSasaran Peserta
Hasil Evaluasi & Ulasan
Data nyata dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini melalui sistem LMS Kemenkes.
Semua peserta memberikan rating tanpa ulasan tekstual.